www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

Jumat, 17 Mei 2013

PSKP UGM Dan CIS Timor Gelar Workshop Bina Damai Di Belu

Atambua-TO.Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan CIS Timor Kupang yang ada di Atambua, didukung JICA Jepang menggelar workshop bina damai, bagi orang tua murid dan guru Sekolah Dasar.
Kegiatan semai damai bagi generasi muda itu berlangsung di Aula Hotel Paradiso Atambua, Rabu(15/5).Sedianya kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 15-17 Mei 2013 dan diikuti oleh orang tua murid serta para guru SD dari Asu’ulun, kelurahan Fatukbot, kecamatan Atambua Selatan dan dari desa Fatuba’a, kecamatan Tasifeto Timur.
Seperti yang disaksikan wartawan, turut perwakilan dari CIS Timor Kupang, Elfred Sane dan staf dari CIS Atambua.Selain itu kegiatan tersebut menghadirkan pemateri workshop bina damai dari PSKP UGM, yakni Fransiskus Agustinus Djalo.
Perwakilan CIS Timor Kupang, Elfred Sane dalam sambutannya ketika membuka workshop bina damai untuk orang tua dan guru mengemukakan, modul workshop bina damai ini akan dilakukan selama tiga hari. 
“Program ini akan berlangsung selama tiga hari, karena itu saya minta para orang tuamurid dan guru untuk komitmen, sehingga dalam tiga hari dapat mengikutinya dengan baik dan lancer,” ungkapnya.
Menurut Sane, tujuan workshop semai damai ini untuk parapeserta memahami apa itu, konflik, kekerasan, perdamaian, bina damai, keluarga yang damai, ibu sebagai agen pendamai, sekolah yang damai dan sekolah sebagai agen pendamai.
“Ini kegiatan semai damai dan tujuannya untuk generasi masa depan yang akan datang, dan bisa paham dengan apa itu konflik dan bagaimana solusi untuk damainya,” ucap Sane.
Dijelaskan bahwa, hari pertama kegiatan workshop dengan modul semai damai untuk para orang tua murid.
Sedangkan untuk hari kedua akan bertemu orang tua murid dan guru,setelah itu sisa setengah harinya akan diikuti oleh para guru tingkat sekolah dasar.
Sane menghimbau agar seluruh peserta dapat mengikuti program ini dan belajar bersama untuk menciptakan generasi hidup dalam damai tanpa membeda-bedakan suku, rasdan agama.
“Saya minta partisipasi dan dukungan seluruh peserta agar aktif dalam kegiatan tiga hari ini bias berjalanaman,” pintanya.
Sementara itu perwakilan PSKP UGM Yogyakarta, Fransiskus Agustinus Djalo mengatakan bahwa, kegiatan workshop merupakan program PSKP yang bekerjasam dengan CIS Timor yang ada di Kupang. Dijelaskan bahwa, program ini untuk memahami persoalan atau konflik yang timbul dan bagaimana solusi untuk mengatasi.
“Ini program punya nilai positif dan membantu orang tua murid dan guru, bagaimana cara praktis mendidik anak dalam peka perdamaian, tanpa menimbulkan suatu konflik atau kekerasan,” tutur Djalo.
Dia berharap agar, partisipasi dari orang tua murid dan guru dalam mendukung kegiatan ini sehingga berjalan dengan amandan lancar.Juga apa yang telah didapat dalam kegiatan ini, bisa diterapkan dalam rumah, sekolah maupun lingkungan bagaimana cara mencegah konflik dan mengatasinya.
“Mari kita sukseskan program workshop selama tiga hari ini, biaracaranya berjalan lancar dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya. by : elvin


Sumber : nttonlinenow

Pengoperasian PLTU Bolok Terancam Gagal


Kupang-TO.Rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi masalah kelistrikan di daerah itu dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kawasan Industri Bolok, Kabupaten Kupang terancam gagal. 
Pasalnya, pembangunan tower nomor 51 di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang masih bermasalah. Dimana, masyarakat di kecamatan itu menolak pembangunan tower tersebut, karena kompensasi ganti rugi belum dipenuhi PLN.
“Pengoperasiannya masih terkendala dengan pembangunan tower 51 di Kecamatan Maulafa,” kata Bisthok Nainggolan, General Manager Unit Induk Pembangunan XI PLN wilayah Nusa Tenggara kepada wartawan di Kupang, Jumat, 17 Mei 2013.

Seharusnya, menurut dia, PLTU Bolok dengan kapasitas 2×16,5 mega waat (mw) sudah beroperasi pada 10 Juli 2013. Namun, sejumlah warga di Kecamatan Maulafa masih menolak rencana pembangunan jaringan sinskronisasi PLN, tepatnya di tower 51. 

“Kami sudah lakukan pendekatan, namun, Masyarakat tetap menolak pembangunan tower tersebut,” katanya.

Sesuai aturan, katanya, pemberian kompensasi atau ganti rugi hanya diberikan kepada masyarakat yang lahannya digunakan untuk membangun tower dengan luas 300 meter persegi. Sedangkan di luar itu, PLN tidak memberikan ganti rugi. “Kami tidak bisa berikan kompensasi, karena penolakan itu justru dilakukan warga yang lahannya hanya dilintasi kabel tower itu,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat menerima pembangunan tower tersebut, sehingga PLTU Bolok segera dioperasikan sesuai jadawal, sehingga masalah kelistrikan di daerah ini segera di operasikan. 

“Kami minta kerjasama masyarakat agar PLTU segera dioperasikan,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Ricard Safkau mengatakan, jika pembangunan tower 51 tidak berjalan, maka pengoperasian PLTU terancam batal. Sehingga berakibat pada terjadi pemadaman bergilir, karena mesin pengakit listrik PLN tidak mampu melayani pemakaian listrik di daerah ini. 

“Beban puncak listrik mencapai 53 MW, sedangkan mesin kami hanya mampu layani berkitar antara 43-45 MW,” katanya.

Namun, jika PLTU bisa beroperasi, maka beban puncak 53 MW 60 persen atau 33 MW-nya dilayani oleh PLTU, sedangkan sisanya oleh mesin pembangkit listrik milik PLN. “Mesin ini tetap dioperasikan untuk penuhi kebutuhan listrik,” katanya.  by : elon

Sumber: NTT Terkini

Rabu, 15 Mei 2013

Piter H.Pitoby "Berbuat Banyak Untuk Masyarakat"

 "Awalnya,tidak pernah terbayang untuk mencoba masuk ke dunia politik. Hanya  Berlatar belakang pengusaha sukses, selain itu juga  sudah 13 Tahun menjadi Pelayan Tuhan. Dirinya banyak bergelut dengan masyarakat, terutama dari kalangan yang tidak mampu," Kata Piter Thinung Pitoby yang  sudah banyak dibuat untuk orang kecil.  Namum  berbuat lebih untuk masyarakat yang lebih luas, harus ada kuasa yang dapat menyertai semua perbuatan baik.  

Piter Thinung Pitoby atau yang sering di sapa Piter Pitoby namanya sudah tidak asing lagi,untuk sebagian besar kalangan masyarakat  di NTT. Anak kedua dari Pengusaha sukses Charles Pitoby, terlihat  berpenampilan sangat sederhana,  rendah  hati, bicara tegas, tapi untuk pergaulan tidak memandang dulu dengan siapa saja.

Ketika menemui wartawan di kediamannya Kelurahann Airnona, Kota Kupang, Piter terlihat ramah, santum  penuh keakrapan.

Saat ditanyai apa yang melatar belakangi sehingga  pak Piter yang sudah sukses sebagai pegusaha  ko... ingin mencalonkan diri maju calon anggota Dewan Perwakilan  Daerah (DPD) RI. Dengan spontan, Piter mengatakan ada satu hal  yang  menjadi motivasi dirinya  untukk maju dan bertarung dalam dunia politik ingin  berbuat lebih banyak untuk masyarakat, terutama yang selama ini termarginalkan dalam segala hal.

Piter sedikit bercerita, dirinya adalah seorang pengusaha yang mencoba membuka usaha dengan segala kemampuannya dan berbekal pengalaman yang turun dari orang tuanya yang juga berlatar belakang pengusaha. “Kesuksesan yang dimilikinya selama merintis segala usahanya tersebut belum cukup jika kesuksesan tersebut tidak berdampak ataupun tidak dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” kata Piter.

Oleh karena itu, niatnya untuk melayani dan berbhakti untuk masyarakat luas, ditunjukannya dengan bergelut dengan dunia pelayanan dengan menjadi seorang Pelayanan Tuhan. Dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, pelayanan firman Tuhan untuk jemaat Tuhan menjadi tugas penting yang ia lakukan,  

Dengan berbagai pengalaman pelayanan yang  dijalankan selama ini, Piter mengaku menjadi sebuah kepuasan tersendiri apabila dirinya bisa bergaul dengan masyarakat dari kalangan bawah, yang menurutnya banyak yang masih termarginalkan, masih butuh banyak sentuhan dan perhatian perhatian serius. Selama ini, kata dia  selain melayani firman Tuhan untuk masyarakat  dirinya banyak memberikan bantuan untuk orang-orang yang berkebutuhan.

“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat, tetapi, tidak cukup jika hanya berbuat baik saja, butuh kuasa yang bisa menyertai perbuatan baik, sehingga perbuatan baik itu bisa berdampak yang lebih besar dari apa yang sudah dikerjakan selama ini,” ungkap pria cerdas ini.

Berkaitan dengan itu, dirinya terus  mencontohkan, ada sekian banyak orang sakit yang ia bantu, mulai dari biaya pengobatan, operasi dan sebagainya. Selain itu, ada juga orang sakit yang dibantu rujuk pengobatan hingga ke luar daerah hingga saat ini. Tetapi, dalam mendukung segala proses yang dapat mendukung jalannya setiap upaya penyembuhan seperti Jamkesmas ataupun Jamkesda.

Menurutnya, proses yang dilakukan untuk itu sangat sulit, bahkan, yang lebih ironis terkadang orang seharusnya dibantu untuk proses tersebut enggan dilayani oleh pihak yang seharusnya berkewajiban. “Ini merupakan  sebuah ironi yang ada. berbeda jikalau ada orang yang mampu atau dari kalangan berduit yang minta untuk dilayani. mereka akan dilayani seperti halnya seorang raja,” ucapnya dengan sediit kesal.

Melihat pengalaman yang terjadi selama ini, Piter berpemikiran, apabila  dirinya memiliki status sosial atau jabatan yang lebih tinggi, maka akan sangat membantu dirinya untuk bisa membantu banyak orang yang dalam hal ini masih jauh dari sentuhan pelayanan yang seharusnya didapatkan.

Ia malah mencontohkan, dengan jabatan yang seandainya dimilikinya juga, dirinya bisa menghubingi setiap pihak atau dinas-dinas yang terkait untuk dapat dengan mudah membantu masyarakat kalangan bawah dan tanpa mempersulit mereka. “Dengan begitu, mungkin masyarakat akan lebih diperhatikan dengan baik,”kata Piter   by : delon  

Selasa, 14 Mei 2013

11 Peneliti ITB, Incar Amfoang Jadi Lokasi Pengembangan Observatorium

Kupang-TO.Sebanyak 11 Peneliti asal Institut Teknologi Bandung (ITB) selama beberapa hari melakukan kunjungan dan penelitian di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang,

Dalam rangka meneliti dan mencari lokasi terbaik untuk pengembangan Obsevatorium Indonesia, dan untuk kedepannya dapat menjadi tempat penelitian astrnomi di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim peneliti ITB, Zadrach L. Dupe yang mengatakan bahwa setelah diadakan penelitian dan pengamatan secara khusus-intensif melalui satelit selama kurang lebih 6 tahun didapati bahwa wilayah NTT secara khusus Wilayah pegunungan Amfoang (sekitar puncak Timau) 

Kabupaten Kupang merupakan tempat yang paling baik dan potensial untuk pengembangan Obsevatorium karena memiliki langit yang bagus dengan awan yang lebih sedikit dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Kondisi awan yang tipis dan sedikit sangat mempermudah kita melihat ke angkasa karena sebuah Obsevatorium akan dipasang Teleskop yang cukup besar untuk melihat benda-benda diangkasa. 

Menurut Zadrach L. Dupe kriteria lainnya yang menjadi acuan peneliti ialah lokasi Obsevatorium haruslah pegunungan yang mempunyai ketinggian yang baik. 

“Semakin tinggi lokasi maka semakin bagus tempat itu”,tandas Zadrach.

Lebih jauh lanjut, Zadrach L. Dupe Peneliti merasa bahwa Indonesia perlu membuat Obsevatorium yang baru dan modern saat ini mengingat negara Indonesia hanya mempunyai 1 Obsevatorium lama yang usianya pun sudah sangat tua yakni berumur 90 tahun yang terletak di Kota Lembang Bandung.

Kondisi alat yang sudah tua dan teknologi yang cukup lama tentunya perlu diperbaharui dengan membuat obsevatorium modern dan canggih selain itu kota lembang saat ini sudah sangat berkembang sehingga diperlukan sebuah tempat yang masih alami. 

Atas dasar inilah sejumlah peneliti (astronom ITB) selama kurun waktu beberapa tahun meneliti melalui satelit dan tindakdak lanjut dari hasil penelitian satelit tersebut ialah saat ini Tim turun langsung kelapangan dalam hal ini ke Amfoang Kabupaten Kupang untuk meneliti langsung dari lokasi tersebut.

Zadrach menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan saat ini baru tahap awal dan guna memastikan bahwa Amfoang merupakan tempat yang benar-benar layak untuk pembangunan Obsevarium maka peneliti perlu meneliti secara kontinyu.

“Kami masih cari dan buktikan hasil penelitian satelit dengan memasang sebuah alat dilokasi Amfoang Tengah tersebut”. kata Zadrach seraya menambahkan faktor lain yang akan menjadi dasar penilaian ialah meneliti kelembaban udara di amfoang secara seksama setiap tahunnya. By :evin.