www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

Kamis, 11 April 2013

LKC Bantu Masyarakat Miskin


Kupang-TO.Gubernur NTT,Frans Leburaya   yang diwakili oleh Asisten I, daerah bidang pemerintahan dan kesra,Yohanna Lisapaly, MSI didampingi Predisen Direktur dompet dhufa, Ismail. A.Said meresmikan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dompet dhufa di halaman Mesjid Al Baitul Qadim Airmata Kota Kupang.

Dengan hadirnya LKC ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat miskin Kota Kupang dalam mendapatkan akses kesehatan. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi siapa saja. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa merasakannya, terlebih masyarakat yang kurang mampu. Keterbatasan dalam sisi ekonomi menyebabkan layanan kesehatan juga sangat terbatas.

LKC merupakan jejaring Dompet Dhuafa khusus di bidang kesehatan yang melayani kaum dhuafa secara paripurna melalui pengelolahan dana sosial masyarakat yakni zakat, infak, sedekah dan wakat (ZISWAF) dan dana sosial perusahaan.

“LKC memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada peserta (member) yang telah terverifikasi. Dimana, setiap calon penerima manfaat mendaftar ke LKC dan kemudian disurvey oleh Tim Survey,” ungkap Abdul Ghofur, General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa.

Hadirnya LKC di Kupang merupakan cabang kesebelas LKC di Indonesia. Sebelumnya, LKC telah berada di Ciputat, Jakarta, Bekasi, Aceh, Yokyakarta, Makasar, Purwakerto, Serang Bandung, dan Palembang.

Presiden Direktur dompet dhufa, Ismail. A.Said mengatakan, dompet dhuafa telah berperan aktif dalam melayani kesehatan bagi kaum miskin sejak 2001. Semua dilakukan dalam rangka membuka peluang dan kesempatan bagi kaum dhuafa untuk mendapatkan kemudahan dalam hal akses di bidang kesehatan, yang kebanyakan banyak orang berpendapat bahwa kesehatan itu mahal harganya.

Dijelaskan, selama satu dekade, LKC menjadi salah satu programan  dompet dhuafa dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dhuafa. Lebih jauh kata din LKC juga berperan besar dalam penanggulangan bencana alam dan konflik ndi Indonesia. Tak hanya menunggu di LKC, dompet dhuafa pun berinisiatif menjemput bola dengan menjemput bola dalam melayani kesehatan kaum dhuafa dengan mengembangkan program Aksi Layanan Sehat (ALS) dan mendirikan Pos Sehat di Kantung-kantung kemiskinan. Saat ini lebih dari 30 Gerai Sehat di Indonesia yang sudah berdiri melayani Kaum Dhuafa.

Ditambahkannya, dengan  usia ke 20 pada juli tahun ini, dompet dhuafa terus mendapatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat luas dalam melaksanakan beragam program kepedulian di berbagai daerah di Indonesia, termasuk NTT.

Asisten I, Setda  Provinsi, NTT, Yohanna Lisapaly mengatakan pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung program  kemanusian yang dilakukan olrh LKC- dompet dhuafa.

Ia berharap apa yang telah   dibuat oleh dompet dhufa ini jangan hanya berhenti disini saja tetapi terus  langkah maju dengan memberikan pelayanan bagi masyarakat yang tidak mampu. by : delon

Dukungan Mengalir, Atek Siap Maju Calon Bupati


Kupang-TO. Sekitar 250an  warga Kabupaten Kupang mendatangi Rumah Jabatan Bupati Kupang, di Jalan R. A. Kartini, Kota Kupang.  Rabu (10/04) sore. Mereka membawa 34 surat dukungan ingin menemui Bupati Ayub Titu Eky (Atek) sekaligus meminta dirinya kembali mencalonkan diri sebagai sebagai Calon Bupati Kupang, dalam Pilkada Kabupaten Kupang 9 September mendatang.

Para utusan tersebut berasal dari 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang. Kameno  mewakili  kecamatan Amfoang Timur, Hilson Banesi Kecamatan Amarasi Timur, Harsono Kupang Timur, Adu yang mewakili Suku Rote.

Dalam pertemuan tersebut  mereka mengharapkan Ayub Titu Eki  kembali memimpin Kabupaten Kupang untuk lima tahun ke depan karena program yang selama ini dilakukan Bupati Titu Eki  sangat menyentuh dan banyak membantu keinginan masyarakat. Usai menyampaikan aspirasi para pendukungn langsung beranjak pulang.

Bupati Kupang Titu Eki, mengatakan dirinya siap untuk mencalonkan diri kembali menjadi Bupati Kupang periode 2013-2018.

“karena ada dukungan dari masyarakat saya siap maju," kata Titu Eky.
 Berdasarkan informasi yang diperoleh, Titu Eky akan maju  menggunakan pintu Partai Gerindera. Namun, jika dirinya tidak lolos lewat pintu Gerindera, Titu Eky akan mengambill jalur Independen sebagai pilihan terakhir kendaraan politiknya. Tetapi sampai dengan saat ini, belum ada kejelasan yang pasti soal jalur mana  yang ia gunakan.

Sumber lain menyebutkan, Wakil Bupati Kupang, Viktor Tiran juga dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Kabupaten Kupang. Viktor Tiran mendapatkan  suara  dari 15 Kecamatan yang ada.

 “pak  Viktor Tiran sudah pendekatan Tokoh wanita sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kupang,  sebagai wakil untuk mendampingi beliau   fait pilkada bupati kupang, “ kata sumber tadi  by : delon

Senin, 08 April 2013

Polair amankan 79 Imigran Gelap


Kupang-TO. Direktorat Polisi Perairan (Dirpolair) Polisi Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur berhasil mengamankan 79 Imigran gelap asal Negara  
Myanmar, Bangladesh dan Irak minggu tengah malam (7/4) diperairan  wilayah Kabupaten Rote Ndao  dekat Pulau Bibi.

Para imigran   berkebangsaan Myanmar sebanyak 48 orang , 9  warga Irak dan 22 orang   warga  Banglades berangkat dari Surabaya , Jawa Timur   dengan  menyewa  perahu tanpa nana.

Ketika  di evakuasi ketiga ABK  melarikan diri, perahu yang disewakan  para imigran itu   dibayar setiap kepala sebesar Rp 5 juta   dengan tujuan memasuki wilayah Australia.

Ke-Imigran gelap itu, terdapat 51 orang laki-laki,  dan 28 orang wanita , dari jumlah  tersebut  71 orang dewasa dan 8  anak kecil.

Dir Pol Air Polda NTT, Kombel Pol Yudy Purwoko mengatakan pihaknya  mengamankan 79 Imigran gelap  ketika dalam patroli  rutin  diperairan Rote Ndoa  sekitar 25 Mil dari pelabuhan Bolok Kupang.

Menurut pengakuan  imigran, mereka harus  keluar dari negaranya karena keluarga mereka  tewas terbunuh,  salah satunya untuk bertahan  hidup  dengan cara   mencari  suaka ke Nagara Australia .

 “Lebih baik mati disini dari pada  mati di negara kami, keluarga kami sudah tidak ada lagi  dan rumah kami sudah rata,  kata  imigran yang mengaku bernama  Rust.

Kepala Imigrasi  Klas I Kupang, Silvester Sila Laba, SH  setelah ditemui di Kupang  Senin (8/4) mengatakan para imigran gelap itu sudah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

“Kami sudah memindahkan mereka semua ke Rudenim dan saat ini masih menghubungi ION dan UNHCR untuk urusan lebih lanjut,” kata nya

Menurutnya,jumlah imigran yang tertangkap ini baru sebagian kecil saja dan sudah pasti lebih banyak yang sudah lolos ke Australia sebab Australia merupakan surga bagi mereka.Biasanya dari jumlah itu ada yang mengakomodir dari Australia. Saat ini telekomunikasi sudah cangih, hanya fasilitas kita yang kurang memadai untuk pengawasan di perairan kita, " ujarnya   seraya menambahkan NTT merupakan daerah kepulauan yang  seharus membutuhkan armada laut dan udara yang lebih canggih untuk memantau wilayah NTT  yang berbatasan langsung  Negara Demokrat Timot   Leste dan negara Australia.  by : delon
 

Jumat, 05 April 2013

Ratusan Anak Sekolah dan Ibu Hamil Mengalami Keracunan Makanan

Oelamasi-TO.Ratusan  anak sekolah dan ibu hamil warga desa Poto dan desa Nawean, Kecamatan Fatuleu Barat  Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur kemarin  mengalami   keracunan setelah mengkonsumsi makanan yang di bagikan oleh Panitia  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Gerakan Sehat Cerdas (PNPM-GCS).  Korban yang  pinsan  akibat keracunan    langsung   dilarikan  untuk mendapat pertolongan medis di Puskesmas Batare. Sayangnya  pelayanan  belum maksimal karena tenaga medis  yang ada di deerah tersebut sangat terbatas.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Melitus Ataupah setelah dihubungi via telpon mengatakan  sedang tugas di Bali.Iapun  membenarkan, bahwa  berdasarkan informasi yang diperoleh  memang ada   warga  Kabupaten Kupang yang terkena  keracunan  setelah mengkonsumsi makanan pemberian GSC.

"saya di bali setelah  dapat informasi itu saya  cros cek  memang  dua desa Poto dan desa Nawean  jadi korban  keracuan," kata Mell Ataupah  

Secara terpisah Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Messye Ataupah  setelah dihubungi via  selulurnya   siang tadi  mengatakan  masalah itu sementara sudah ditangani. by ; delon