www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

Jumat, 16 Agustus 2013

12 Nelayan Lamalera dibawa Ikan Paus


Ilustrasi
Kupang-TO.12 nelayan asal Lamalera, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang  terbawa ikan paus  sampai ke perairan laut Alor akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.Ke 4 orang nelayan  berenang  ketepi pantai sedangkan 8 orang  lainya  masih dalam pencarian.

Menurut informasi ini disampaikan oleh kepala Desa Lamalera, A Yoseph Dasion mengatakan dari 12 awak jonson Bero Blolong yang tenggelam terbawa seguni itu empat orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju kampung Mulandoro, Kecamatan Wulandoni. sementara delapan orang lainnya masih dalam pencarian.“Empat orang berhasil berenang ke Mulandoro, tetapi delapan orang lainnya belum di temukan,” katanya.

Para nelayan Lamalera itu diketahui menikam paus jenis seguni. Ketika mengejar seguni, jonson Bero Blolong bersama beberapa jonson lainnya, namun beberepa diantaranya memilih untuk kembali. Bero Blolong tetap mengejar dan berhasil menikam paus seguni yang dikenal sangat ganas lebih dari paus jenis koteklema yang biasa di tangkap nelayan lamalera.

“Kejadiannya di sekitar Tanjung Atadei – Kabupaten Lembata.  Kami sudah kirim bantuan perahu nelayan untuk ikut mencari menyelamatkan delapan orang yang terhampas keluar dari paledang mereka yang dibawah ikan Paus.” jelas Yoseph.

Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun Jumat (18/8) di Lewoleba mengatakan 8 orang nelayan  telah ditemukan dalam keadaan selamat, ada dua orang  diantaranya mengalami  luka –luka sehingga  mereka harus dirawat di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD)  Lembata.

Dari jumlah 12 orang itu, kata Viktor, empat orang berhasil menyelamatkan diri pada Kamis, (15/8) malam.Mereka nelayan  Nelayan asal Lamalera itu terseret ikan paus  pukul 12.00 Wita. Ke delapan  orang nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang selama 16 jam dari perairan laut lepas hingga ke Perairan Ata Dei, Kecamatan Ata Dei, kabupaten Lembata.

Mereka ditemukan terdampar di tiga lokasi yang berbeda di Kecamatab Ata Dei dengan kelompok pertama sebanyak empat nelayan dan kelompok kedua tiga orang, terdiri ayah dan dua anak serta kelompok ketika sebanyak lima orang."Mereka ditemukan secara terpisah dan dalam keadaan selamat," katanya. by: del

Direktris Akper Mandiri dan Pengurus Yayasan di Sandra Mahasiswa


Alustarsi 
Kupang-TO.Direktris Akademi Perawat (Akper) Mandiri Kupang, Rosalinda Usbatan dan Fansiskus  Soduk merupakan salah satu  pimpinan Yayasan Cempaka Surya  disandra oleh puluhan Mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pasalnya kedua orang tersebut dinilai telah melakukan penipuan  dan pembohongan  yang  menelantarkan nasib mahasiswa yang tidaj jelas statusnya.

“Silakan mahasiswa agar lapar saja ke pihak kepolisian karena pihak yayasan maupun direktris Akper Mandiri yang beroperasi di Kupang telah  melakukan penipuan, kata Ketua Komisi D  DPRD NTT, Jimmy Sianto  ketika bertemu  dengan sejumlah mahasiswa maupun orang tuanya di ruang rapat Komisi D Jumat (16/8).

Jemi Sianto mengaku dirinya sudah bosan karena manajemen Akper Mandiri telah melakukan  pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian  bagi masyarakat NTT

Ia malah mendesak kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro hukum agar dapat membantu  mahasiswa agar persoalan ini dapat dibawa ke rana hukum.

Dalam cacatan Mahasiswa Akper mendatangi gedung DPRD NTT,  bukan baru kali ini tetapi  sudah  kesekian kalinya tetapi  persoalan ini  titik ada titik terang. “Kami  datang kesini juga tidak ada hasil, dewan tidak punya gigi,” kata Mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya.

Hasil pantaun wartawan,  mendengar mau disandra dan dilaporkan ke aparat kepolisian pihak yayasan maupun Direktris Akper Mandiri terlihat pucat dan dan meminta perlindungan kepada beberapa anggota dewan  agar persoalan ini jangan dibawa ke meja hijau . by: del
  

Selasa, 13 Agustus 2013

Polda NTT Periksa Lima Komisioner KPU Nagekeo


Kapolda NTT.
Kupang-TO.Terkait pemeriksaan pejabat di Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Nagekeo,  Kapolda NTT Brigjen Pol. I Ketut Untung Yoga Ana  melalui Kabid Humas, AKBP Octo G Riwu ketika dihubungi Selasa (13/8) di Kupang mengatakan Direktorat Tipikor Polda NTT telah memeriksa pejabat di KPU Kabupaten Nagekeo, termasuk lima komisioner KPU yang sudah dipecat DKPP.

 “Polda NTT bersama Polres Ngada dalam tahap pemeriksaan terhadap semua anggota dan pejabat sebagai penanggung jawab dalam Pilkada Nagekeo,” tegasnya.

Dikatakan, jika proses audit dan pemeriksaan polisi memakan waktu lama, sejumlah kalangan tidak mempersoalkan jika pelaksanaan pilkada ditunda setelah Pemilu 2014. Untuk mencegah terjadinya kevakuman kepemimpinan setelah selesainya masa jabatan bupati saat ini, yakni pada Desember mendatang, Nagekeo bisa dipimpin pejabat bupati yang ditunjuk Gubernur NTT.

Dijelaskan, persoalan yang muncul dalam Pilkada Nagekeo adalah dugaan pelanggaran oleh KPUD secara sistematis, terstruktur, dan masif. Sejumlah dokumen penting untuk pilkada diduga dirancang agar mudah digandakan dan diubah. Formulir C1 KWK, dokumen yang menjadi pegangan saksi, hanya berupa fotokopi yang mudah digandakan dan digantikan.

Selain itu, surat suara dicetak sebanyak jumlah pemilih sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT), yaitu 84.000 lembar, ditambah 2,5 persen, atau 3.000 lembar. (3.000) sebagai cadangan. Total surat suara yang dicetak mencapai 87.000 lembar yang didistribusikan ke 239 TPS di 7 kecamatan.

Namun, kata dia saat hari pemungutan suara, tercatat sekitar 69.000 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Dengan demikian, semestinya ada sisa 18.000 surat suara. Namun, pada kenyataannya sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) mengalami kekurangan surat suara.

Dari penyelenggaraan pemungutan suara pada 8 Juli lalu, KPU Nagekeo menetapkan dua pasangan, yakni Elias Djo-Paulinus Nuwa Veto dan pasangan Sevasius Podhi-Ibrahim Jusuf, lolos ke putaran kedua.

Ditempat terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo Julius Lawotan mengatakan, Pemkab Nagekeo mengingatkan perlunya transparansi dalam pelaksanaan pilkada, terutama penggunaan anggaran Rp 11,5 miliar. “Sebelum melanjutkan ke putaran kedua, harus ada audit sebagai evaluasi terhadap kinerja lima komisioner KPU yang sudah dipecat tersebut,” ungkapnya. by: del

Pilkada Putaran Kedua Nagekeo Tunggu Hasil Audit BPK


Ilustrasi
Kupang-TO. DPRD dan Bupati Nagekeo sepakat untuk menunda pengucuran anggaran pilkada putaran kedua, hingga selesainya audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTT, serta hasil penyidikan oleh Polda NTT dan Polres Ngada.

Langkah ini adanya adanya dugaan indikasi penyimpangan prosedur pengadaan dan penggunaan anggaran untuk logistik Pilkada Nagekeo, berlangsung 8 Juli lalu. Ironisnya  lima komisioner KPU Nagekeo telah dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena pelanggaran etika. “DPRD Nagekeo sudah melakukan koordinasi dengan Bupati sebagai Kepala Daerah, untuk menahan kucuran dana tahap kedua proses Pilkada Nagekeo,” tegas Ketua DPRD Nagekeo, Gaspar Batu Bata di Nagekeo, Selasa (13/8)

Menurutnya penundaan tersebut untuk menunggu audit oleh BPK dan pemeriksaan oleh Kepolisian terhadap penggunaan dana, pekerjaan percetakan logistik, serta semua proses penyelenggaraan pilkada, yang diduga kuat penuh kecurangan itu.

“DPRD dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo sepakat untuk menunggu proses audit. Nanti setelah selesai audit kita akan membahas anggarannya,”katanya.

Secara terpisah Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTT Erwin Wahyunitrianto mengungkapkan, dalam waktu dekat, tim auditor BPK akan mengaudit penggunaan dana Pilkada Nagekeo bulan lalu.

 “Kami sudah siap untuk melakukan audit, sebelum pelaksanaan pilkada putaran kedua. Audit itu sebagai tindak lanjut dari pemecatan lima orang komisioner KPU Nagekeo oleh DKPP,” ungkapnya.

Ia menambahkan jika dalam pelaksanaan audit itu ada indikasi tindakan korupsi, tentunya akan ditindaklanjuti dengan proses hukum. by: del