www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

www.timoroesaind.blogspot.com

Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News

Senin, 03 Juni 2013

Pansus Akan Usut Persoalan Lahan Bendungan Kolhua

Kupang-TO. Dalam rangka pengusut persoalan masalah pembebasan tanah    bendungan Kolhua yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) akhirnya ditetapkan  struktur kepengurusannya dalam paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Fan Adrianus.

Penetapan struktur tersebut  berlangsung alot dalam sidang  yang digelar  di  gedung DPRD Kota Kupang belum lama ini. Dengan ditetapkan struktur pansus formasi satu ketua, tiga wakil ketua yang terdiri dari pimpinan komisi, dan satu sekretaris ditambah sembilan anggota Pansus keterwakilan dari tiga komisi dan enam fraksi di DPRD Kota Kupang.

Selain menetapkan struktur Pansus dalam paripurna anggota DPRD,  Irianus Rohi mengusulkan agar masa kerja dari Pansus dalam rangka mengusut masalah pembebasan lahan Kolhua selama 30 hari kerja terhitung sejak ditetapkannya struktur Pansus.

Adrianus Talli anggota DPRD  Kota  menyarankan agar masa waktu kerja Pansus sebaiknya merujuk pada aturan sebagaimana yang tertuang dalam Tata tertib (Tatib) DPRD Kota Kupang Nomor 3 tahun 2010.
"Untuk masa kerja Pansus sebaiknya diatur secara tegas dan bila perlu merujuk Tatib DPRD No 3 tahun 2010," ujarnya.

Sedangkan Nico Frans anggota DPRD lainnya menyarankan agar dalam penetapan masa kerja Pansus pihak sekretariat DPRD dalam membuat laporan risalah sidang merujuk pada Tatib DPRD Nomor 3 tahun 2010.

Wakil Ketua Pansus, Krispianus Matutina juga  berharap agar Pansus segera bekerja terkait polemik pembebasan lahan Kolhua sehingga bisa terselesaikan. "Walaupun belum diuraikan tupoksi dari Pansus namun sudah diketahui arahnya ke masalah pembebasan lahan," pintanya.

Menurut Krispianus, pembebasan lahan Kolhua terjadi pro kontra sehingga perbedaan data pemilik lahan bisa ditelusuri lewat Pansus dan nantinya Pansus akan melakukan konsultasi dengan warga Kolhua.

"Pansus akan bekerja secara independen tidak akan memihak pada Wali Kota, Gubernur, ataupun warga karena Pansus akan melihat persoalan yang sebenarnya seperti apa baru dicari akar persoalan dan dikeluarkan rekomendasi atas persoalan yang ada,"katanya.
 
Ia menambahkan  Pansus tidak ada kepentingan pemerintah tapi lahir karena ada persoalan kemasyarakatan dimana Pansus akan bekerja secara independen dan murni.  by : elon

Sekolah Merubah Pola Pikir dan Karakter



Oelamasi-TO.Dengan bersekolah setiap siswa diharapkan memiliki perubahan pola pikir disertai dengan sikap dan karakter yang baik sehingga kelak akan menjadi manusia yang berkualitas. Sebab yang utama dalam pembangunan pendidikan bukan hanya ditentukan gedung yang megah melainkan kualitas sikap mental anak tersebut. 

Demikian sekapur silih sambutan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki saat peresmian 3 gedung Sekolah baru bantuan Pemerintah Australia, Sabtu (1/6) di Kecamatan Kupang Timur.

Bupati Kupang menjelaskan Tahun Anggara 2012 Pemerintah Autralia telah mengucurkan dananya dalam mendukung pembangunan pendidikan di Indonesia secara khusus di Kabupaten Kupang ada lima sekolah baru diantaranya SMPN. 9 di Kelurahan Merdeka, SMPN 7 Di Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur dan 3 Satap (Satap Banfai) di  Kupang Tengah, Satap Nekmese dan Satap Merbaun di Kecamatan Amarasi Selatan. Dari kelima Sekolah lanjut Bupati Kupang,  hanya ada yakni SMPN 9, SMPN 7 dan Satap Banfai.

Ditambahkannya, bahwa pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam memajukan dan mengembangkan peradaban manusia. Pendidikan yang baik tentu harus ditentukan oleh kualitas sekolah yang menghasilkan lulusan yang berkualitas sehingga ketika para siswa menyelesaikan pendidikannya dapat berkarya dibidangnya masing-masing.

Bupati Titu Eki menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya atas pembangunan 5 gedung sekolah di Kabupaten Kupang oleh Pemerintah Australia yang diharapkan akan dapat  mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Kupang.

Ia mengatakan bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terkhir ini kurang lebih ada 62 unit sekolah baru yang dibangun di Kabupaten Kupang. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Kupang yang luasnya mencapai 96 % Luas Provinsi Bali dengan persebaran penduduk yang sulit menjangkau sekolah membuat pemerintah harus pro aktif mengembangkan pendidikan lewat pembangunan sekolah baru.

Meskipun demikian hal yang paling penting dalam sebuah pendidikan adalah kualitas lulusannya, untuk itu dikenal slogan Sekolah boleh darurat tetapi otak jangan darurat, sekolah boleh dikampung tetapi otak tidak boleh kampungan.

“Kemewahan Gedung akan rusak tergerus usia tetapi kulitas seorang siswa yang dibina dengan baik tentu tidak akan lekang dimakan waktu”, tandas Titu Eki.  by : elon

Di NTT, Siswa Tidak Sekolah Masih Tinggi


Oelamasi-TO. Ir. Tri Joko Wahyudiono mewakili Pemerintah Australia (selaku konsultan Manajemen) mengatakan bahwa unsur utama penilaian dalam membangun sekolah ialah berdasarkan prioritas angka perhitungan kasar yang melihat bahwa masih tinggi jumlah siswa yang tidak bersekolah dan masih kurang dari standar nasional yang telah ditetapkan.

Dikatakan bahwa Ausaid yang ada di setiap Kabupaten di NTT tetap membuka diri atas usulan masyarakat akan kebutuhan sekolah untuk dapat di masukan ke dinas pendidikan agar dapat dibuat proposal pembangunan.“Mari masyarakat usulkan, dan kita akan bantu” tandas Tri Joko.

Sementara itu Tokoh masyarakat Kupang Timur, Agus Mauboy mengatakan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan impian masyarakat yang terwujud. Selama ini masyarakat merasa beban dan kesulitan mengingat sarana sekolah yang cukup jauh dari rumah sehingga menyulitkan anak-anak bersekolah.

Masyarakat sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan pembangunan ini secara khusus kepada pemerintah Autralia, Pemerintah Pusat dan Pemkab Kabupaten Kupang dibawah kepemimpinan Bupati Ayub Titu Eki yang telah berjuang memajukan pendidikan di daerah Kabupaten tercinta.

Tutut dihadiri juga tim pemerimtah Australia dan Pemerintah Indonesia Ir. Irwan, Ir. Zakarias T, Ir. Biben dari Dirjen Pendidikan.
Untuk biaya kedua SMP menelan dana  sebesar Rp. 1.985.465.000 dan satap Banfai sebesar Rp. 762.350.000.

Dengan diresmikan sekolah tersebut, kegaitan belajar mengajar yang telah berlangsung  satu tahun ini  dapat berjalan dengan baik. SMPN 9  guru PNS  2 orang, guru honor 15 orang,   tata usaha  2 orang, jumlah siswa 43 orang. Sedangkan untuk SMPN. 7  guru PNS 3 orang, guru honir 12 orang, 1 orang  tata usaha dan 26 siswa. Satap Banfai 1 orang guru PNS merangkap Kepala Sekolah, guru honor 8 orang, 1 orang tata usaha dan 1 penjaga sekolah. by : elon


Selasa, 28 Mei 2013

Polres Rote Ndao, Amankan 77 Imigran Gelap


Kupang-TO.Aparat Polisi Resort (Polres) Kabupapaten Rote Nado, Provinsi NTT kembali mengamankan 77 Imigran gelap  yang berasal dari  Negara Myanmar, Banglades, Iran di pulau Ndao Selasa (28/5).
Kapolres Rote Ndao, AKBP Hidayat kepada wartawan menjelaskan ke-77 imigran gelap yang ditangkap tersebut 35 orang asal Myanmar,  27 orang warga Iran, 14 orang warga Negara Banglades dan I orang  asal Indonesia dengan rincihan 59 laki-laki, 18 wanita dan 7 anak kecil.Menurutnya, para imigran ini awalnya mereka berangkat dari Pelabuhan Larerea- Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan  sejak tanggal, 19 Mei 2013 hendak menuju ke Australia. Kalau mau  dilihat mereka berhasil mendekati pulau pasir.
Namun dalam perjalanan lanjut Hidayat, kapal yang ditumpangi dihantam gelombang  besar, sehingga mereka memilih kembali ke Rote, sambil menunggu cuaca membaik. Ketika hendak ke Pulau Rote, mereka  langsung ditangkap aparat kepolisian setempat  nelayan yang saat itu berada di pulau Ndao, saat itu juga langsung di evakuasi  untuk sementara di Mapolres Rote Ndao.

“para imigran gelap hari ini  juga kami  evakuasi ke Kupang dan selanjutnya diamankan sementara di  rumah detensi imigran,” kata  Hidayat.  

Ia menambahkan  ke-77 imigran gelap tersebut, diamankan juga  satu ABK dan serorang   perempuan dari Jawa yang suaminya  adalah warga Negara Myanmar.

Kepala Keimigrasi (Kakan) Kelas I Kupang, Silvester Sila Laban, SH  membenarkan pihaknya  sudah mendapatkan informasi terkait penanggapan  77 imigran gelap yang    telah diamankan oleh aparat Polres  Rate Ndao.

Namun, dirinya mengaku mengalami kesulitan  untuk menampung ke-77 imigran gelap yang akan evakuasi dari Rote Ndao.  

“Rudenim kupang  penuh, sehingga untuk sementara terpaksa kami amankan mereka  bekas kantor imigrasi kupang yang ada di Walikota,” paparnya.  by : evin