www.timoroesaind.blogspot.com
Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News
www.timoroesaind.blogspot.com
Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News
www.timoroesaind.blogspot.com
Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News
www.timoroesaind.blogspot.com
Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News
www.timoroesaind.blogspot.com
Berniat Pasang Iklan Disini?? Hubungi No. Kontak Timor Oesaind News
Selasa, 22 September 2015
Minggu, 13 Oktober 2013
Disbudpar Gelar Lomba Pacuan Kuda
Minggu, Oktober 13, 2013
No comments
![]() |
| Ilustrasi |
Oelamasi-TO.Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT) akan melaksanakan lomba pacuan kuda yang dipusatkan di
arena pacuan kuda Lifu Batu Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur. Kegiatan
lomba pacuan kuda merupakan event tetap yang dapat dilaksanakan setiap tahun
oleh Disbudpar selalu penangungjawab tehins.
“Persiapan yang
sementara ini sedang dilakukan oleh penitia berupa pembersihan lokasi, pembuatan
pagar lintasan luar dan dalam, pembuatan kandang transit kuda, pembuatan
kandang ukur kuda dan pembuatan tenda
dan WC,” kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kupang, Vinsen
Nissi saat ditemui belum lama ini di Oelamasi.
Dikatakan Vinsen, kegiatan
lomba pacuan kuda ini mempergunakan
horse gele. “Seharusnya dimulai tanggal,
21 s/d 29 Oktober 2013, tapi bersamaan ada lomba pacuan kuda di Kabupaten
Belu yang diselengarakan oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga beberapa kabupaten itu bersepakat
dan meminta agar lomba pacuan kuda di Kabupaten Kupang
waktunya digeser, pihak panitia menetapkan kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal, 29 Oktober hingga 3 Nopmber 2013, kata Vinsen.
Vinsen menjelaskan dari sudut
pariwisata berkuda sebagai budaya masyarakat yang perlu dilestarikan, selain lomba pacuan kuda pihaknya setipa tahunannya menggelar lomba festifal tarian daerah dan lomba pancing yang dilakukan ditablolong. Ditambahkannya, sumber
dana kegiatan lomba pacuan kuda ini ditetapkan dari APBD dari Dipa
Disbudpar Kabupaten Kupang,TA. 2013 sebesar Rp.200 juta.
Lomba pacuan ini akan dikuiti peserta dari Kota Kupang,
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengan Utara (TTU), Kabupaten
Belu, Rote Ndao, Kabupaten sedatan Sumba
dan Negara Tetangga Timor Leste. Dengan kategori kuda yang akan
dilombakan sebanyak 9 Kelas yang terdiri
dari Kelas A. Super, A. Spirit, A.B.
C.D. Untuk A, B dan C.local. by: del
Sabtu, 12 Oktober 2013
Gubernur Minta Kasus Ini Ditangani Tuntas
Sabtu, Oktober 12, 2013
No comments
|
| Gub NTT : mendatangi kel Almarhum Jac Boli di RSB |
Kupang-TO. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang sempat melayat di RS Bhayangkara Kupang,
mengatakan, kejadian itu harus segera ditangani secara baik sehingga tidak
terjadi perkelahian meluas. “Kedua keluarga korban segera di hubungi untuk
diurus secara baik sehingga kejadian itu tidak meluas. Segera melakukan dialog
untuk mencari perdamaian,” katanya.
Frans Lebu Raya meminta Kapolda NTT, Brigjen Pol Drs. I Ketut Untung Yoga Ana, untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polres Kupang untuk mengamankan lokasi kejadian serta membuka akses jalan yang ditutup warga sehingga membuat kemacetan menuju Baun. “Polisi segera mengamankan lokasi dan membuka jalan yang ditutup masyarakat. Pertikaian itu segera diamankan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat di lokasi itu,” minta Frans Lebu Raya.
Untuk jenasah Yosep Nai Sanu,
terlambat diantar ke rumah sakit Bhayangkara Kupang, karena akses jalan ditutu.
Untuk membawa jenasah korban pertikaian itu melalui Amarasi Kabupaten Kupang
untuk dilakukan otopsi.
Saat wartawan meliput di RS
Bhayangkara, sempat dilarang oleh pihak keamanan di rumah sakit itu. “Kalau mau
liput disini harus ada ijin Kapolda NTT. Dari larangan itu wartawan menghubungi
Kapolda NTT, Brigjen Pol Drs. I Ketut Untung Yoga Ana, dan Humas Polda
NTT, Okto G Riwu. Namun setelah itu Kapolda dikabarkan
sudah terjun ke lokasi kejadian bersama anggota Polisi dan Brimob untuk
melakukan pengamanan sesuai portab. by: del.
Dendam Lama, Dua Korban Tewas di Amarasi
Sabtu, Oktober 12, 2013
No comments
![]() |
| Jembris Otemusu dirawat di RSB |
Kupang-TO. Pertikaian kecil yang terjadi sejak tigabulan lalu dan
sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Baun, Kabupaten Kupang,
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), namun hingga saat ini belum diselesaikan.
Pembunuhan itu terjadi pada saat pelaku Yosep Nai Sanu (Almahrum) bertemu
dengan Johanes Boli alias Jak Boli (Almahrum) langsung menusuk dengan
menggunakan pisau. Dari kejadian tersebut nyawa Jak Boli tidak dapat tertolong.
Ditempat itu Yoseph Nai Sanu juga
sempat menusuk dua orang tamu yang berada ditempat itu, yang ingin menolong
teman mereka yang sedang tak berdaya. Kedua pemuda itu antara lain,
Thobias Rasi dan Jembris Oetemusu.
Pantaun di UGD RS Bhayangkara
Kupang, Sabtu, (12/10) siang, Thobias Rasi luka serius akibat dipotong dengan
pisau pada tangan kanan dan Jembris Oetemusu ditusuk pada dibagian bawah
telingah yang dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, untuk mendapat
perawatan intensif oleh para dokter di rumah sakit itu.
Timotius Oetemusu, Ayah korban
Jembris Oetomusu, ketika ditemui di UGD RS Bhayangkara Kupang menjelaskan kejadian itu anak saya tidak tahu apa-apa.
Anak saya berada ditempat pesta bersama temannya Thobias Rasi dan Jak Boli
Yosep Nai Sanu datang ke tempat itu langsung menusuk Jak Boli hingga tewas.
Melihat kejadian tragis itu
masyarakat langsung mengamankan Yoseph Nai Sanu yang terus mengamuk akhirnya
massa yang berada ditempat itu menghajarnya hingga tewas, jelas Timotius
Oetemusu.
Timotius Oetemusu, mengatakan Jak
Boli, merupakan putra Adonara. Bapaknya berasal dari Adonara Flores Timur
mereka sudah menjadi warga Baun karena sudah lama tinggal di Baun.
Zakarias Rasi Ayah dari
Thobias Rasi, (korban) penusukan mengatakan Yosep Nai Sanu dihajar
masyarakat karena telah membunuh Jak Boli dan menusuk dua orang anak kami.
“Yosep Nai Sanu juga meninggal dan masyarakat menutup jalan masuk ke tempat
itu,” katanya. by:del
Rabu, 09 Oktober 2013
Terpidana Kasus Pembunuhan Diperlakukan Istimewa
Rabu, Oktober 09, 2013
No comments
![]() |
| Stefanus Lette |
Kupang-TO.Pejabat di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas Wanita Kupang
dituding memberikan perlakuan istimewa terhadap Erni Manuk terpidana 17 tahun
penjara terganjal kasus pembunuhan yang
terjadi di Lewoleba Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).Terpidana
malah diperlakukan istimewa dengan bebas keluar masuk LP wanita.
Sejumlah
wartawan menyaksikan bagaimana Erni didampingi Kepala Pengamanan LP Wanita
Kupang, Martha Lobo. Keduanya sedang berada di Bank Central Asia (BCA) Cabang
Kupang, Jl Tompelo, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (8/10) sore. Wartawan
tidak berhasil mewawancarai mereka karena begitu cepat kabur dengan menggunakan
mobil rental.
Martha
ketika dihubungi melalui telepon
selulernya, mengakui semua kejadian itu. Dirinya membawa Erni ke BCA di Jl Cak
Doko Kupang untuk membuka rekening Bank milik Erni. “Benar,
kami tadi mampir di Bank BCA setelah kami kembali dari RSU Kupang untuk
memeriksa kesehatan Erni. Kalau wartawan mau, bisa datang ke kantor di LP
Wanita Penfui,” pintanya.
Pelaksana
tugas (PLT) Kepala LP Wanita Penfui Kupang, Stefanus Lette yang dikonfirmasi
wartawan di ruang kerjanya membenarkan, kalau Erni keluar bersama Martha untuk
memeriksakan kesehatan di RSUD Kupang. Namun dia sama sekali tidak tahu kalau
Erni dan Martha mampir di BCA Kupang.
Ketika
ditanya terpidana (Erni) secara bebas keluar masuk LP tanpa pengawalan polisi
sesuai aturan yang berlaku, Stefanus mengatakan, Martha meminta izin untuk
mengantar Erni ke RSUD Kupang dan dia meminta Martha untuk mampir ke Polres dan
meminta pengawalan polisi. “Saya
izinkan mereka tetapi meminta Martha Lobo untuk singgah di Polres dan meminta
pengawalan polisi. Saya tidak tahu kalau mereka berdua sendiri ke RSUD dan
mampir di BCA Kupang,” tandas Stefanus.
Ketika
didesak agar menghadirkan Martha untuk diwawancarai, Stefanus menolak. “Tadi
ibu Martha serahkan sepenuhnya kepada saya, biar saya yang menelesaikan masalah
ini dengan wartawan,” katanya.
Ditanya
tentang peran Martha, sebagai staf di LP Wanita itu, yang memberikan kemudahan
kepada terpidana Erni karena ada imbalan tertentu dari Erni, Stefanus mengaku
sama sekali tidak mengetahuinya. “Saya
sama sekali tidak tahu itu. Nanti saya cek anak buah saya. Hanya saya minta
pengertian bapak-bapak wartawan untuk tidak memberitakan hal ini karena akan
merusak citra kami di sini. Termasuk saya. Saya pasti kena sanksi yang berat.
Saya baru dipercayakan menjadi PLT selama tiga bulan ini. Berikan saya
kesempatan untuk membina anak buah saya,” katanya dengan nada memohon.
Informasi
yang dihimpun, Erni yang sedang ditahan di LP Wanita Kupang sering keluar masuk
bebas di LP tersebut. Seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya
menjelaskan, Erni sering keluar setiap malam minggu hingga Minggu dini hari
baru kembali ke LP wanita. Untuk kebebasannya dikabarkan, Erni memberikan
hadiah seperti sebuah sepeda motor kepada pejabat di LP tersebut.
Ia
menambahkan, selain memberikan kebebasan di LP wanita, Erni juga diberikan
kartu tanda penduduk (KTP) dengan identitas palsu, hal ini dilakukan agar
yang bersangkutan bisa membuka rekening
di Bank BCA Kupang. by:del
Langganan:
Postingan (Atom)














